Kamis, 21 Oktober 2021

Pertanyakan Pemotongan TPG Komisi IV DPRD Menerima Audiensi Dari Organisasi SEGI Garut


GARUT, Gedung DPRD- Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Badan Amil Zakat (BAZNAS), Bank BJB, Dinas Pendidikan (DISDIK), dan Sekertaris Daerah (SEKDA) menerima audiensi dari organisasi Serikat Guru Indonesia (SEGI), Rabu (02/06/2021).

Peserta yang hadir dari organisasi segi berjumlah 16 orang turut hadir juga Apar Rustarin Ependi, S.Pd., M.Pd selaku ketua SEGI, acara berlangsung pada pukul 14:30 sampai 16:00 dibuka langsung oleh ketua Komisi I H. Agus Hamdani GS, S.Pd.I. dan sekaligus menjadi moderator pada audiensi ini.

Permasalahan yang dibahas pada audiensi ini terkait pemotongan TPG yang dikenakan kepada seluruh ASN Guru di lingkungan DISDIK Kabupaten Garut. Pada tanggal 03 mei 2021 SEGI Garut telah melayangkan permohonan audiensi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Namun sampai sekarang tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Oleh karena itu, SEGI Garut memohon kepada DPRD untuk memfasilitasi audiensi.

Apar Rustarin Ependi mengatakan bahwa telah terjadi pemotongan TPG kepada seluruh Guru ASN Garut sebesar 25% yang dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

“Potongan ini termasuk kedalam kategori apa? Kenapa saya bertanya seperti itu, dari aturan-aturan setelah saya menelaah tidak ada satupun pasal yang memaksa dengan sistem apapun itu bahwasannya zakat itu harus diambil dengan paksa, tetapi faktanya dilapangan seluruh guru ASN Garut yang dibawah Dinas Pendidikan dipotong semuanya, tidak ada mekanisme dan landasan hukum yang dijalankan karena tidak atas kesediaan dari guru yang dipotong” paparnya.

Dede fuad selaku anggota segi mengatakan bahwa zakat ini merupakan ibadah bahkan termasuk rukun islam yang ke 3.

“supaya zakat ini bernilai ibadah niat dan prosesnya juga harus berlandaskan ibadah, melihat permasalahan yang terjadi pemotongan ini kira-kira jadi ibadah apa tidak? Atau nanti menjadi persoalan buat BAZNAS karna nanti semua akan dipertanggung jawabkan di akhirat, oleh karena itu mekanismenya harus jelas”. Paparnya.

Hasil dari audiensi ini BAZNAS akan mempertimbangkan dan menindaklanjuti dengan cara akan terus bersosialisasi supaya adanya keterbukaan dan kejelasan. (jar)





Berita Lain

  • Senin, 05 April 2021
Penrimaan Audiensi PAKAR
  • Selasa, 24 November 2020
Rapat Paripurna